Warna ungu identik dengan perempuan. Namun, warna ungu pada batu akik banyak diminati oleh kaum adam. Batu kecubung atau ametis merupakan jenis batuan mineral kuarsa yang cukup populer dikalangan masyarakat khususnya para pecinta batu akik. Pada umumnya warnanya ungu sampai merah muda, namun ada pula yang berwarna hitam, putih bening dan kuning. Warnanya yang unik dan berkilauan menjadi daya tarik tersendiri bagi para pecinta batu akik. Apabila anda ingin membeli batu kecubung yang berkualitas tinggi maka batu kecubung dari Pangkalan Bun adalah jawabannya, didominasi oleh warna ungu tua yang khas dan saat direndam di air, batu berwarna ungu khas Pangkalan Bun ini akan terlihat transparan tetapi ada gurat-gurat seperti akar di bagian dalam. Jangan lupa untuk membeli untuk dipakai sendiri atau sebagai oleh-oleh.

Yuk singgah di Desa Lalang …. Kecamatan Kotawaringin Lama. Ada tempat wisata yang kueren banget … namanya Danau Limau …. Tempat wisata ini dibuat oleh Pemdes Lalang dan Bumdes Lalang Maju Serota, serta dikelola oleh Bumdes Lalang Maju Serota. Berjarak kurang lebih 60 km atau 2,5 jam dari Pangkalan Bun. Danau Limau menawarkan pemandangan yang sangat indah, tempat-tempat selfie yang okeh, dan bagi mereka yang suka tantangan bisa mencoba flying fox. Dibuka setiap hari Sabtu dan Minggu pukul 08.00 WIB. Menurut pengelolanya, setiap bulan Agustus juga diadakan acara rutin Lomba Dayung … Nah tunggu apa lagi … yuk mari kita berwisata ke Danau Limau ..

Seperti pantai-pantai lainnya, Pantai Keraya memiliki pasir berwarna putih bersih serta pohon cemara yang ada di pinggirnya. Dan yang cukup menariknya lagi adalah ada air terjun yang tak jauh dari bibir pantai. Tempat wisata di Kalimantan Tengah ini lokasinya terletak di Desa Keraya yang masih di dalam wilayah Kecamatan Kumai dan  berjarak kurang lebih 2 jam perjalanan dari pusat Kota Pangkalan Bun. Yang lebih menarik lagi, Pantai Keraya merupakan tempat sempurna untuk melihat sunset di pinggir pantai dengan ditemani oleh hamparan ombak yang menerjang pasir-pasir putih di bibir pantai serta riyuhan angin laut yang menuju ke arah pantai dan membuat dahan pohon kelapa melambai-lambai hingga terdengar semilir angin yang mengenai dahan pohon kelapa.

Kolam renang buatan dari sumber mata air alami. Terdapat kolam renang khusus untuk anak lengkap dengan ember tumpah dan kolam renang dewasa. Kolam renang Raukuku adalah salah satu tempat wisata yang ada di kota pangkalan bun. Letaknya sangat strategis di Batu Belaman jalan utama pasir panjang kecamatan kumai, kabupaten Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah. Dibuka dari pukul 07.00 – 17.00 Wib.

 

Taman Agrowisata Kelinci adalah merupakan wisata edukasi tumbuhan dan hewan kelinci. Tempat ini cocok sekali untuk anak-anak dan wisata bersama keluarga. Di setiap pohon diberi petunjuk papan nama dan jenisnya, dan edukasi pengenalan hewan kelinci. selain itu, disini juga terdapat wahan bermain, kolam renang, tempat foto selfie, taman buah dan tracking keliling kebun dengan menggunakan traktor. Taman Agrowisata Kelinci dengan segala pesonanya dapat dijadikan sebagai salah satu tujuan wisata keluarga yang wajib dikunjungi.

 

Bagi warga Kotawaringin Barat, tentu tidak asing lagi dengan nama Sungai Arut. Karena sungai itu adalah sungai utama yang mengalir membelah Kota. Menyusuri Sungai Arut dan menikmati sunset sungguh nikmat yang tiada tara. Dengan menggunakan kelotok bersama keluarga kita bisa menyusuri Sungai Arut dan melihat kehidupan masyarakat yang tinggal di bantaran sungai.

Waktu terbaik untuk menikmati susur sungai adalah sore hari, dengan durasi 1 hingga 3 jam. Ini adalah salah satu rekomendasi terbaik untuk menikmati liburan bersama keluarga di Kotawaringin Barat.

Coto Menggala adalah soto khas dari Pangkalan Bun. Soto ini terbuat dari bahan singkong atau ketela. Soto ini dinamakan soto menggala karena orang Pangkalan Bun menyebut singkong dengan nama menggala. Sebagai pengganti daging, soto ini menggunakan kaki ayam atau ikan sungai. Coto menggala sempat mendapatkan rekor MURI pada tahun 2009 dan baru – baru ini juga menjadi 3 besar makanan tradisional terpopuler dalam ajang Anugerah Pesona Indonesia (API Award 2020). Bila anda berkunjung ke Kotawaringin Barat jangan lupa untuk mencicipi makanan unik khas Pangkalan Bun ini.

Astana  Al Nursari merupakan tempat tinggal kaum bangsawan keturunan Sultan Kutaringin. Astana Al Nursari yang saat ini berdiri adalah rumah pribadi yang didirikan oleh Pangeran Paku Sukma Negara, dan sesuai dengan namanya, Astana Al Nursari adalah rumah kediaman Pangeran Paku Sukma Negara.

Bangunan Astana Al Nursari menggunakan konstruksi atap, dinding dan lantai dari kayu ulin dengan tipe rumah panggung. Kompleks Astana ini memiliki luas kurang lebih 2 hektare dan memiliki alun – alun luas di bagian depan. Berjarak kurang lebih 45 menit dari kota Pangkalan Bun dan dapat ditempuh dengan menggunakan transportasi darat.

Rumah tua yang menjadi saksi sejarah panjang langkah Kesultanan Kutaringin. Merupakan sebuah peninggalan sejarah dan dulunya pernah digunakan sebagai tempat tinggal Pangeran Mangkubumi atau biasa disebut Astana Mangkubumi. Bangunan ini secara fisik terlihat lebih besar, lebih tinggi dan memiliki halaman yang luas daripada bangunan di sekelilingnya. Berbentuk rumah panggung dengan struktur pendukung utama dari bahan kayu ulin.

Ditempat ini terdapat sebuah bukti sejarah yang menjadi sejarah penting bagi Kota Pangkalan Bun. Bahkan, sangat penting bagi Kalimantan dan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Monumen ini meupakan tugu peringatan penerjunan pertama pasukan Angkatan Udara Republik Indonesia (AURI) pada masa pergerakan melawan penjajahan Belanda. Pada monumen ini terdapat prasasti perjuangan para pahlawan dalam membela dan menegakkan negara Republik Indonesia. Selain prasasti, juga terdapat diorama atau kisah yang menggambarkan sebuah cerita relief yang menceritakan kisah perjuangan pasukan Angkatan Udara dalam melawan penjajah Belanda.