Malam Anugerah Pesona Indonesia 2020 sedang dalam persiapan menunggu jadwal penyelenggaraan di Labuan Bajo – NTT, namun penyelenggara secara paralel juga telah membuka pelaksanaan ajang API Award ke – 6 tahun 20201. Sebagai langkah awal persiapan mengikuti ajang tersebut pada Kamis (25/2) diadakan rapat koordinasi pembentukan Tim Koordinasi Anugerah Pesona Indonesia (API) Award 2021 yang dipimpin langsung oleh Bupati Kobar, Hj Nurhidayah di ruang rapat Bupati.

Tujuan dari rapat koordinasi ini adalah untuk membentuk tim yang akan menyeleksi kategori yang akan diikutsertakan dalam ajang tersebut. Terdapat 18 kategori yang dibuka oleh penyelenggara API Award ke-6 tahun 2021.

Kadispar Kobar, Wahyudi dalam laporannya menjelaskan bahwa pelaksanaan AFI 2021 dimulai dengan tahapan pendaftaran pada bulan Februari – Mei, tahap pengumuman nominasi pada bulan Mei, promosi pemilihan pada bulan Juni – Oktober dan terakhir pengumuman hasil akan dilaksanakan pada bulan Nopember. “Diharapkan pada AFI Award 2021 ini Kobar dapat mengikuti semua kategori sesuai kriteria yang ada dan merebut juara umum sehingga dapat mengangkat nama Kobar sekaligus menjadi ajang promosi obyek wisata yang ada di Kotawaringin Barat,” kata Wahyudi.

Apresiasi juga diberikan oleh Bupati Kobar, Hj Nurhidayah kepada Tim Dispar dan Stakeholder pariwisata yang telah bekerja keras mengembangkan potensi di sektor pariwisata. Pariwisata merupakan salah satu prioritas dalam visi misi Bupati Kobar periode ini. Oleh karena itu Beliau berharap Dinas Pariwisata, stakeholder pariwisata juga berperan aktif dalam memajukan pariwisata Kobar.

” Semoga API Award 2021 ini Kobar dapat memberikan hasil yang terbaik sehingga memacu semangat insan pariwisata Kobar untuk bangkit lagi,” harap Hj Nurhidayah.

Salam Pesona Indonesia.

 

Yuk singgah di Desa Lalang …. Kecamatan Kotawaringin Lama. Ada tempat wisata yang kueren banget … namanya Danau Limau …. Tempat wisata ini dibuat oleh Pemdes Lalang dan Bumdes Lalang Maju Serota, serta dikelola oleh Bumdes Lalang Maju Serota. Berjarak kurang lebih 60 km atau 2,5 jam dari Pangkalan Bun. Danau Limau menawarkan pemandangan yang sangat indah, tempat-tempat selfie yang okeh, dan bagi mereka yang suka tantangan bisa mencoba flying fox. Dibuka setiap hari Sabtu dan Minggu pukul 08.00 WIB. Menurut pengelolanya, setiap bulan Agustus juga diadakan acara rutin Lomba Dayung … Nah tunggu apa lagi … yuk mari kita berwisata ke Danau Limau ..

Seperti pantai-pantai lainnya, Pantai Keraya memiliki pasir berwarna putih bersih serta pohon cemara yang ada di pinggirnya. Dan yang cukup menariknya lagi adalah ada air terjun yang tak jauh dari bibir pantai. Tempat wisata di Kalimantan Tengah ini lokasinya terletak di Desa Keraya yang masih di dalam wilayah Kecamatan Kumai dan  berjarak kurang lebih 2 jam perjalanan dari pusat Kota Pangkalan Bun. Yang lebih menarik lagi, Pantai Keraya merupakan tempat sempurna untuk melihat sunset di pinggir pantai dengan ditemani oleh hamparan ombak yang menerjang pasir-pasir putih di bibir pantai serta riyuhan angin laut yang menuju ke arah pantai dan membuat dahan pohon kelapa melambai-lambai hingga terdengar semilir angin yang mengenai dahan pohon kelapa.

Kolam renang buatan dari sumber mata air alami. Terdapat kolam renang khusus untuk anak lengkap dengan ember tumpah dan kolam renang dewasa. Kolam renang Raukuku adalah salah satu tempat wisata yang ada di kota pangkalan bun. Letaknya sangat strategis di Batu Belaman jalan utama pasir panjang kecamatan kumai, kabupaten Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah. Dibuka dari pukul 07.00 – 17.00 Wib.

 

Taman Agrowisata Kelinci adalah merupakan wisata edukasi tumbuhan dan hewan kelinci. Tempat ini cocok sekali untuk anak-anak dan wisata bersama keluarga. Di setiap pohon diberi petunjuk papan nama dan jenisnya, dan edukasi pengenalan hewan kelinci. selain itu, disini juga terdapat wahan bermain, kolam renang, tempat foto selfie, taman buah dan tracking keliling kebun dengan menggunakan traktor. Taman Agrowisata Kelinci dengan segala pesonanya dapat dijadikan sebagai salah satu tujuan wisata keluarga yang wajib dikunjungi.

 

Bagi warga Kotawaringin Barat, tentu tidak asing lagi dengan nama Sungai Arut. Karena sungai itu adalah sungai utama yang mengalir membelah Kota. Menyusuri Sungai Arut dan menikmati sunset sungguh nikmat yang tiada tara. Dengan menggunakan kelotok bersama keluarga kita bisa menyusuri Sungai Arut dan melihat kehidupan masyarakat yang tinggal di bantaran sungai.

Waktu terbaik untuk menikmati susur sungai adalah sore hari, dengan durasi 1 hingga 3 jam. Ini adalah salah satu rekomendasi terbaik untuk menikmati liburan bersama keluarga di Kotawaringin Barat.

Coto Menggala adalah soto khas dari Pangkalan Bun. Soto ini terbuat dari bahan singkong atau ketela. Soto ini dinamakan soto menggala karena orang Pangkalan Bun menyebut singkong dengan nama menggala. Sebagai pengganti daging, soto ini menggunakan kaki ayam atau ikan sungai. Coto menggala sempat mendapatkan rekor MURI pada tahun 2009 dan baru – baru ini juga menjadi 3 besar makanan tradisional terpopuler dalam ajang Anugerah Pesona Indonesia (API Award 2020). Bila anda berkunjung ke Kotawaringin Barat jangan lupa untuk mencicipi makanan unik khas Pangkalan Bun ini.

Astana  Al Nursari merupakan tempat tinggal kaum bangsawan keturunan Sultan Kutaringin. Astana Al Nursari yang saat ini berdiri adalah rumah pribadi yang didirikan oleh Pangeran Paku Sukma Negara, dan sesuai dengan namanya, Astana Al Nursari adalah rumah kediaman Pangeran Paku Sukma Negara.

Bangunan Astana Al Nursari menggunakan konstruksi atap, dinding dan lantai dari kayu ulin dengan tipe rumah panggung. Kompleks Astana ini memiliki luas kurang lebih 2 hektare dan memiliki alun – alun luas di bagian depan. Berjarak kurang lebih 45 menit dari kota Pangkalan Bun dan dapat ditempuh dengan menggunakan transportasi darat.

Kamis (18/2) Badan Pusat Statistik (BPS) Kab. Kobar mengundang beberapa instansi untuk mengikuti Focus Discussion Group (FGD) terkait pembahasan data untuk publikasi Kotawaringin Barat dalam angka 2021 melalui Zoom Meeting.  Data kunjungan wisatawan, data destinasi wisata, data hotel dan rumah makan per kabupaten per kecamatan dan jumlah peninggalan sejarah dan kepurbakalaan per kecamatan merupakan data-data kepariwisataan yang akan dipublikasikan di Kotawaringin Barat dalam angka 2021 tersebut.

Kabid Pemasaran Pariwisata Dispar Kobar, Rosita wati mengatakan bahwa keikutsertaan dalam Zoom meeting yang diadakan oleh BPS Kobar ini agar tidak terjadi perbedaan data yang akan dipublikasikan oleh BPS dengan data yang dipunyai oleh Dispar Kobar. Selain itu dengan adanya data kepariwisataan yang masuk dalam Kotawaringin Barat dalam angka 2021, data-data kepariwisataan akan ditampilkan secara lengkap yang secara tidak langsung menjadi ajang promosi pariwisata. Pariwisata Kobar juga akan lebih dikenal oleh masyakarakat luas baik domestik maupun internasional, harap beliau.

Kadispar Kobar, Wahyudi berpesan agar benar-benar mencermati data yang akan ditampilkan agar tidak terjadi kesalahan dalam publikasi Kotawaringin Barat dalam angka 2021. Masyarakat bisa mengenal suatu daerah dari data-data yang mereka baca. Oleh karena itu tidak boleh data dibuat secara sembarangan, kata beliau. Dispar Kobar melalui bidang yang terkait selalu melakukan updating data kepariwisatan. Beliau selalu menekankan agar selalu mengikuti perkembangan dan perubahan yang terjadi pada hal-hal yang terkait dengan pariwisata Kobar. Tidak hanya tentang destinasinya tapi juga usaha-usaha yang mendukung parwisata, seperti hotel, rumah makan/cafe, tempat souvenir/cinderamata, dll. Selain itu dengan adanya data kepariwisataan yang ditampilkan di Kobar dalam angka 2021, akan memacu Dispar Kobar untuk lebih mengembangkan pariwisata Kobar melalui program dan kegiatannya.

Semoga Kotawaringin Barat dalam angka 2021 ini dapat ikut mendongkrak popularitas pariwisata Kobar.

Salam Pesona Indonesia.

Rumah tua yang menjadi saksi sejarah panjang langkah Kesultanan Kutaringin. Merupakan sebuah peninggalan sejarah dan dulunya pernah digunakan sebagai tempat tinggal Pangeran Mangkubumi atau biasa disebut Astana Mangkubumi. Bangunan ini secara fisik terlihat lebih besar, lebih tinggi dan memiliki halaman yang luas daripada bangunan di sekelilingnya. Berbentuk rumah panggung dengan struktur pendukung utama dari bahan kayu ulin.